IPOL.ID – Teriakan warga menggema bersamaan dengan suara sirine di Dusun Mapadegat, Desa Tuapejat, Pulau Sipora, setelah dihebohkan oleh guncangan kuat gempabumi berkekuatan magnitudo 8,9 selama 30 detik.
“Teteu kabaga..!! Teteu kabaga!!! (Gempa..!! gempa!!!!)”.
Titik kedalaman (gempa) berpusat di bawah laut dengan kedalaman 17 km, di 1.78 Lintang Selatan dan 98.87 Bujur Timur Kepulauan Mentawai.
Masyarakat terdampak melakukan pertahanan diri mulai dari berlindung di bawah meja dan menghindari material kaca maupun bangunan yang rentan roboh hingga guncangan berakhir.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini Tsunami untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan status ancaman AWAS sehinggga diharapkan masyarakat melakukan proses evakuasi.
Di tengah hujan menerjang wilayah terdampak, masyarakat melakukan evakuasi dengan memukul kentongan dan bahu membahu memprioritaskan kelompok rentan seperti orang lanjut usia (lansia), ibu hamil dan anak-anak menuju ke Tempat Evakuasi Sementara (TES) di Gereja Phiniel.
