IPOL.ID – Dari isu-isu dedolarisasi kemudian menciptakan mata uang baru, sempat mencuat saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, akhir Oktober lalu.
Menanggapi itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menepis adanya isu dedolarisasi atau penciptaan mata uang baru sebagai pesaing dolar Amerika Serikat (AS).
“Ada yang menyampaikan soal isu-isu dedolarisasi kemudian menciptakan mata uang baru, pada saat KTT terakhir kemarin. Hal tersebut sama sekali tidak dibicarakan,” kata Sugiono saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/24).
Dia menyebut wacana BRICS menciptakan mata uang baru untuk menyaingi dolar AS di tataran ekonomi global itu menjadi isu yang bergulir di media sosial.
“Memang saya tahu ada beberapa yang beredar di media sosial mengenai mata uang dan sebagainya, tetapi itu sama sekali tidak pernah dibicarakan dan tidak pernah disentuh, terutama urusan menggunakan mata uang,” ujarnya.
Ditemui usai rapat, dia pun menegaskan kembali bahwa tak ada wacana BRICS untuk menerbitkan mata uang alternatif dolar AS, sebagaimana yang menjadi ancaman dari Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.
