Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Fokus Sanksi Berat bagi Pelaku Politik Uang
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Fokus Sanksi Berat bagi Pelaku Politik Uang
Politik

Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Fokus Sanksi Berat bagi Pelaku Politik Uang

Farih
Farih Published 07 Mar 2025, 10:11
Share
1 Min Read
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf. Foto: Parlementaria
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf. Foto: Parlementaria
SHARE

IPOL.ID – Praktik politik uang atau money politics di pileg 2024 menjadi persoalan yang sangat mengkhawatirkan.

Karena itu, dalam rumusan Revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pembahasan harus difokuskan pada sanksi berat bagi para pelaku.

Usulan itu dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf dalam upaya perbaikan sistem kepemiluan di Tanah Air.

“Kami harus melakukan revisi Undang-Undang Pemilu bukan hanya pada sistem metode penghitungannya, bukan hanya masalah per dapil (daerah pemilihan), bukan hanya masalah threshold atau lain-lainnya, tetapi juga masalah-masalah lain, seperti money politics-nya,” ujarnya, Kamis (6/3/2025).

Politisi yang sudah malang-melintang di kancah politik nasional itu mengungkapkan, informasi yang dihimpun sejumlah wilayah terjadi hal-hal transaksional demi memenangkan pesta demokrasi.

“Sehingga cost of money-nya kami menganggap itu semakin lama semakin membesar,” bebernya.

Bahkan, kata Dede, pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 yang baru saja dilaksanakan menjadi preseden terburuk dari jalannya pemilihan umum secara langsung di tanah air.

“Karena hampir semua mengatakan pemilu kemarin adalah pemilu yang paling brutal dan paling transaksional,” tandasnya.(sofian)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: money politics, politik uang, uu pemilu
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article WhatsApp Image 2025 03 08 at 14.17.24 Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum Gelar Iftar Bertajuk ‘Oase Ramadhan’ dengan 40 Sajian Menu
Next Article Ilustrasi jet tempur. Foto: X @Korea_Defense Jet Tempur Tak Sengaja Jatuhkan Bom, 15 Orang Luka

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260602 WA0144
HeadlineJabodetabek

Tinggalkan Tas Isi iPhone 17 dan Samsung Z4 Replika, Pelaku Gasak Motor Vario Korban di Bukit Duri

NewsPertamina
Upaya Dongkrak Lifting Gas, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Hulu Energi Percepat Eksplorasi
02 Jun 2026, 08:10
Jabodetabek
Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 2 Juni 2026
02 Jun 2026, 07:25
Jakarta Raya
Selasa 2 Juni 2026: 5 Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini
02 Jun 2026, 06:53
Ekonomi
Bahlil Lelang Puluhan Wilayah Kerja Migas Potensial
02 Jun 2026, 07:50
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?