IPOL.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan membentuk kelompok kerja (pokja), untuk mengawasi dan mengevaluasi distribusi pupuk subsidi tepat sasaran.
“Jadi ini Pokja pupuk bersubsidi, ya. Jadi yang 9,55 juta ton (pupuk bersubsidi) itu bukan barang dagangan, itu kan pupuk bersubsidi, oleh karena itu harus diawasi,” jelas Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (11/3/2025).
Pembentukan Pokja Pupuk Subsidi itu tertuang dalam Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Nomor 06/M.Pangan/Kep/02/2025. Setidaknya ada 30 pihak yang jadi anggota pokja, termasuk 1 ketua, 2 wakil ketua, dan 1 sekretaris pokja.
Lanjut Zulhas menekankan hingga saat ini penyaluran pupuk bersubsidi telah berjalan dengan baik. Hal itu terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa produksi beras pada Januari-April sebanyak 13,9 juta ton dan kebutuhan konsumsi bulanan yang berada di angka 2,6 juta ton.
“Berarti kalau konsumsi hingga April, 2,6 (juta ton) dikali 4 maka (total konsumsi) 10,4 juta ton. Kalau produksinya 13,9 juta ton sementara yang kita konsumsi 10,4 juta ton, maka kita sampai April sudah lebih setara beras 3,5 juta ton,” tuturnya.
