IPOL.ID – Iran menegaskan akan tetap melanjutkan program pengayaan uranium di bawah kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), meskipun menghadapi serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Politik, Majid Takht Ravanchi, menyampaikan bnegaranya tidak akan tunduk pada tekanan eksternal selama aktivitas nuklir mereka masih berada dalam batas kewajiban yang diatur oleh perjanjian internasional.
“Tidak ada pihak yang berhak mengatakan kepada kami apa yang boleh atau tidak boleh kami lakukan, selama kami bergerak dalam kerangka kewajiban perjanjian,” ujar Ravanchi dalam wawancara dengan televisi nasional Jerman, Das Erste, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim, Senin (23/6).
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer Amerika telah menggempur tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Serangan tersebut melibatkan enam bom penghancur bunker yang dijatuhkan oleh pesawat B-2 Stealth ke situs Fordow, serta puluhan rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal selam ke fasilitas di Natanz dan Isfahan.
