IPOL.ID-Memasuki dekade ketiganya, JF3 Fashion Festival melangkah ke era baru dengan semangat yang lebih kuat. Melalui tema “Recrafted: A New Vision”, JF3 memperbarui komitmennya terhadap kreativitas, keahlian, dan keberlanjutan, mendorong para desainer untuk
menembus batas, berinovasi dan bertransformasi tanpa kehilangan akar.
Tema ini menjadi sebuah gerakan yang mengajak seluruh pelaku industri untuk mendefinisikan ulang warisan budaya
sebagai kekuatan di masa depan.
Bagi Thresia Mareta, penasihat JF3 sekaligus pendiri LAKON Indonesia, tema ini menyuarakan pesan penting bahwa fashion tidak hanya tentang pakaian.

“Kami percaya bahwa fashion bukan :
sekadar benda. Fashion mengandung arti yang sangat luas, mencakup bahasa, warisan, seni, norma, etika, dan ilmu. Esensinya terletak pada keterampilan tangan. Namun agar tradisi bisa
terpelihara, ia harus terus berkembang,” ujar Thresia.
Ia menegaskan bahwa makna re-crafted
membutuhkan keahlian dan kemauan agar tidak terjebak dalam pengulangan, dan bahwa satu-satunya batas yang ada adalah sejauh mana visi itu sendiri dapat diwujudkan.

