IPOL.ID – Swedia tengah mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi terhadap para menteri kabinet Israel yang berhaluan ekstrem kanan, sebagai respons atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Perdagangan Luar Negeri Swedia, Benjamin Dousa, dalam wawancaranya dengan Anadolu, Kamis (31/7).
Dousa secara tegas mengkritik blokade yang terus dilakukan Israel terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia menilai, Uni Eropa perlu mengambil langkah yang lebih tegas dalam merespons krisis tersebut.
“Pemerintah Swedia sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel. Misalnya, dengan menjatuhkan sanksi kepada menteri-menteri ekstrem kanan dalam kabinet Israel serta meninjau ulang perjanjian kerja sama yang telah ada,” ujar Dousa.
Dousa menggambarkan kondisi kemanusiaan di Gaza sebagai yang “terburuk” sejak konflik dimulai. Ia menuduh Israel turut menyebabkan kelaparan massal di wilayah tersebut melalui operasi militer dan pengepungan yang terus-menerus.
