IPOL.ID – Light Rail Transit/ Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik modern mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan bagi masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, Jawa Barat.
Memasuki tahun kedua operasionalnya ini, salah satu fondasi utama layanan LRT Jabodebek adalah sistem persinyalan otomatis berbasis Communication-Based Train Control (CBTC).
Sistem ini memiliki tingkat otomasi Grade of Automation (GoA) Level 3, yang terpasang langsung di dalam kereta yang terintegrasi.
Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengungkapkan, sistem kereta LRT Jabodebek berbeda dengan moda kereta konvensional yang menggunakan sistem fixed block.
Dia mengaku, LRT Jabodebek menerapkan konsep moving block, yang memungkinkan penyesuaian jarak antar kereta secara dinamis berdasarkan posisi aktual masing-masing kereta.
“Teknologi ini memungkinkan headway menjadi lebih pendek dan frekuensi perjalanan lebih tinggi. Kereta dijalankan secara otomatis tanpa masinis, namun tetap diawasi secara langsung oleh Train Attendant di dalam kereta untuk menangani kondisi darurat dan memberikan layanan kepada penumpang,” terang Purnomosidi, EVP LRT Jabodebek dalam keterangannya pada awak media di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
