Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Buya Anwar: Jumlah Umat Islam di Indonesia 90 Persen, tapi yang Kaya Cuma Segelintir!
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Buya Anwar: Jumlah Umat Islam di Indonesia 90 Persen, tapi yang Kaya Cuma Segelintir!
Ekonomi

Buya Anwar: Jumlah Umat Islam di Indonesia 90 Persen, tapi yang Kaya Cuma Segelintir!

Iqbal
Iqbal Published 11 Aug 2025, 08:55
Share
5 Min Read
buya abas
SHARE
IPOL.ID – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas memberikan sambutan tajam dan reflektif terkait kondisi ekonomi umat Islam Indonesia yang dinilai masih tertinggal secara struktural.
“Ini acara yang sudah kesekian kalinya, dan akan kita ulang terus di tahun depan dan tahun depan. Karena apa? Karena ekonomi umat itu masih bermasalah,” ungkap Buya Anwar saat mengawali sambutan sekaligus membuka secara resmi acara Sidang Tahunan Ekonomi Umat Tahun 2025 di Hotel Sultan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, akhr pekan lemarin.
Buya menyebutkan bahwa umat Islam yang secara jumlah mencapai lebih dari 86% di Indonesia, tapi ironisnya belum memiliki representasi yang sepadan dalam jajaran elit ekonomi nasional.
Menurutnya, ini menunjukkan adanya persoalan struktural yang belum terselesaikan dan harus menjadi perhatian bersama.
“Kalau kita jumlahkan secara kasar, umat Islam 90 persen, tapi dari 10 orang terkaya, sangat sedikit yang berasal dari kalangan kita,” tegasnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada realitas ketimpangan yang tercermin dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Dalam daftar terbaru, mayoritas nama yang menduduki posisi teratas berasal dari kelompok non-Muslim.
Meski ada tokoh Muslim seperti Chairul Tanjung yang masuk dalam daftar tersebut, jumlahnya sangat terbatas dan belum mencerminkan proporsi populasi umat Islam di Indonesia.
Dia mencontohkan, bahkan ketika sebelumnya masih ada nama seperti Bapak Chairul Tanjung (pengusaha Muslim), kini pun telah turun dari peringkat 10 besar. “Ini bukan soal agama atau ras, ini soal fakta. Dan ini harus menjadi keprihatinan kolektif,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Buya juga mengangkat pandangan menarik dari tokoh nasional Dr (HC) Ir Ciputra yang pernah menyampaikan keprihatinan serupa dalam salah satu wawancara.
Ciputra menyebutkan bahwa dari sekitar 45-50 perusahaan publik di sektor properti, hanya satu yang dimiliki oleh penduduk pribumi Muslim. Ini berarti, secara persentase hanya 2 persen keterwakilan dari populasi mayoritas.
Buya pun mengutip ide Ciputra soal perlunya alokasi dana pendidikan nasional untuk mencetak wirausahawan (entrepreneur) dari kalangan pribumi.
Tiga pilar penting dalam pembentukan entrepreneur menurut Ciputra adalah: dukungan orang tua, masyarakat, dan guru. Sayangnya, menurut Buya, ketiganya seringkali absen dalam membentuk karakter kewirausahaan di kalangan umat Islam.
“Saya sudah datang langsung ke Ciputra University. Di sana mahasiswa diajarkan kewirausahaan dari semester satu, dibimbing oleh para praktisi yang datang bukan hanya dengan teori, tapi dengan pengalaman dan inspirasi,” katanya.
Buya menceritakan pertemuannya dengan dua mahasiswi muda Ciputra University yang telah memiliki tiga kafe di sebuah apartemen.
Dengan penuh haru, dia menyampaikan kekagumannya karena mahasiswa tersebut tidak lagi meminta uang kepada orang tuanya meski masih kuliah.
“Ini membuktikan bahwa pendidikan kewirausahaan yang tepat mampu mencetak generasi mandiri. Kita harus mencontoh model ini,” serunya.
Buya pun menegaskan bahwa pemerintah perlu mengubah sistem pendidikan agar tidak hanya menghasilkan lulusan pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja.
Dia menyitir pengalaman pribadi dan keprihatinannya melihat lulusan kampus Islam atau umum sekalipun masih kesulitan mandiri secara ekonomi.
“Saya ingat fatwa hasil Ijtima Ulama di Pondok Gede pada 2006 atau 2008, yang menyerukan pentingnya taswiyatul ummah menyamakan persepsi umat. Salah satu persepsi yang harus disamakan adalah bahwa kita sedang menghadapi masalah besar. Kita mayoritas, tapi tidak memimpin di sektor ekonomi,” kata dia.
Menutup sambutannya, Buya Anwar Abbas mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bersatu dan bekerja keras dalam membangun kemandirian ekonomi, khususnya di sektor pangan dan energi yang menjadi fondasi kedaulatan bangsa.
Dia menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa kesadaran kolektif dan langkah nyata dari umat itu sendiri.
Dengan semangat reflektif dan dorongan kuat untuk membenahi ketimpangan struktural, sambutan Buya Anwar menjadi pengingat bahwa perjuangan ekonomi umat belum selesai.
Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025 ini pun menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah strategis yang lebih konkret demi kebangkitan ekonomi umat di masa mendatang. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Indonesia, Jumlah orang kaya, umat islam
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Ilustrasi layanan SIM keliling yang diadakan di DKI Jakarta. Foto: Polda Metro Jaya Polda Metro Tempatkan Mobil SIM Keliling di Jakarta Hari Ini di 5 Titik, Simak Jadwal dan Lokasinya di Sini
Next Article bhyangk Istri Kapolda Jabar Jadi Satu-Satunya Ketua Bhayangkari Pemuncak Gunung Ciremai

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260507 WA0056
Jakarta Raya

Ahli Waris Petugas PPSU Terima Santunan JKK, Bukti Perlindungan Negara untuk Pekerja

Telkom
Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik
07 May 2026, 14:25
Jakarta Raya
Viral! Pasangan Diduga Lakukan Aksi Asusila di Jalur Rel Jatinegara
07 May 2026, 22:45
HeadlineJabodetabek
Viral Video Fasilitas Perpustakaan UI, Banyak Ember di Dalam Ruangan
07 May 2026, 10:53
Jakarta Raya
Permudah Akses Layanan, BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Peserta Manfaat Aplikasi JMO
07 May 2026, 11:04
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?