IPOL.ID-Founder WH-Project William Hartanto melihat indeks saham kini bergerak mendekati level 7.800 dan berpotensi melanjutkan pelemahan. Meski begitu, ujarnya, koreksi ini masih bisa dipandang positif sebagai proses penutupan gap yang memberi peluang untuk strategi buy on weakness.
Namun, ia menyebut kondisi pasar perlu dicermati lebih hati-hati jika saham-saham penggerak utama justru mengalami tekanan jual disertai kenaikan volume.
“Selama pelemahan masih sebatas penutupan gap, peluang beli saat harga turun tetap terbuka. Tapi kalau disertai lonjakan volume jual, itu tanda IHSG mulai tidak aman,” ujar William dalam riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.800 dan resistance 7.900 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ASRI, SMRA, DOOH, dan NRCA.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG saat ini masih memiliki ruang penguatan dengan potensi menguji level 8.025-8.102.
Meski begitu, dia mengatakan ada kemungkinan terjadi koreksi jangka pendek ke area 7.815-7.831 yang perlu dicermati investor.
