IPOL.ID – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menerima kunjungan kehormatan (courtesy visit) Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar González Grau, awal pekan ini.
Pertemuan ini guna membahas tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) tentang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi antara BRIN dan Cuban Ministry of Science, Technology and Environment (CITMA) yang disepakati 2024 lalu.
”Saya sangat senang atas kerja sama ini, karena kerja sama ini tidak hanya di atas kertas tanpa melakukan apa pun. Dan saat ini, ada banyak kegiatan untuk bekerja sama dengan BRIN dan CITMA. Ini adalah proyek yang sangat penting bagi kedua pihak,” kata Dubes Dagmar, melansir Rabu (17/9/2025).
Dalam kesempatan ini, Dubes Dagmar juga membahas pentingnya impelementasi kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, khususnya terkait onkologi untuk penanganan kanker.
Menanggapi hal tersebut, Handoko menegaskan pentingnya mempercepat implementasi kerja sama antara BRIN dan CITMA. “Saya pikir kolaborasi dengan BRIN akan menjadi fondasi yang baik bagi Kuba untuk memperkuat kolaborasi di masa mendatang dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Kesehatan, juga di tingkat ASEAN,” kata Handoko.
Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Ahmad Fathoni, menambahkan, pihaknya telah menginisasi kerja sama riset dengan tiga institusi di Kuba, yakni Center of Molecular Immunology (CIM), Center for Genetic Engineering and Biotechnology (CIGB), dan Finlay Vaccine Institute.
Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat implemetasi kerja sama iptek antara Indonesia dan Kuba.
Sebagai informasi, bidang prioritas yang telah disepakati dalam kerja sama antara BRIN dan CITMA meliputi energi dan energi terbarukan; elektronik dan informatika, termasuk AI; ilmu penerbangan dan antariksa, teknologi dan penerapannya; nanoteknologi dan ilmu material; ilmu kesehatan; ilmu kehidupan; ilmu lingkungan; pertanian dan pangan; ilmu bumi dan kelautan; dan bidang kerja sama lainnya sebagaimana disepekati bersama.
Implementasi kerja sama ini dapat dilakukan dalam bentuk proyek ilmiah dan riset bersama; pertukaran informasi, pengalaman dan praktik terbaik; pertukaran informasi dan dokumen ilmu pengetahuan dan teknologi; kegiatan bersama yang tidak terbatas pada publikasi, konferensi, seminar, simposium, pameran; program peningkatan kapasitas yang tidak terbatas pada pertukaran kunjungan ilmuwan, spesialis, dan pakar; dan segala bentuk kerja sama lainnya yang diputuskan bersama. (ahmad)
