IPOL.ID – Gedung Putih merilis proposal berisi 20 poin yang diklaim dapat mengakhiri segera perang di Gaza, konflik yang hingga kini menewaskan lebih dari 66 ribu warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah Jalur Gaza.
Rencana yang diumumkan pada 29 September 2025 ini menyatakan bahwa perang akan segera berakhir jika diterima oleh kedua belah pihak.
Semua tawanan di Gaza, hidup maupun meninggal, harus dikembalikan dalam waktu 72 jam, diiringi pembebasan tahanan Palestina. Gaza kemudian akan dikelola oleh pemerintahan teknokratis Palestina sementara, tanpa peran bagi Hamas, dan Israel tidak akan melakukan aneksasi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menerima rencana Presiden AS Donald Trump ini. Namun, pejabat Hamas, Mahmoud Mardawi, menyatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompoknya belum menerima salinan tertulis rencana perdamaian tersebut.
Rencana 20 poin tersebut di antaranya:
1. Gaza akan menjadi zona bebas teror yang telah dideradikalisasi dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya.
