IPOL.ID-Momentum dua hari besar nasional, yakni Natal 2025 dan tahun baru 2026 diharapkan bisa menambahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Semangat saling menghargai dan menghormati harus tetap terjaga ditengah kondisi iklim politik dunia yang semakin hari tidak menentu karena adanya persatuan Ukraina dan Rusia, Palestina dan Israel serta terakhir Taiwan dan China.
Hal itu yang disampaikan Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) DKI Jakarta, Rasyidi, Minggu (7/12/2025).
“Perbedaan itu berawal dari takdir Allah, tentunya kita sebagai umat manusia harus bisa memahami secara utuh sehingga roda kehidupan bisa berjalan normal, berdampingan dan sesuai dengan harapan yang kita cita-citakan,”ujar Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Center (JIC) itu.
Dikatakannya, dengan memahami perbedaan. Secara otomatis, lanjut dia ketauladanan nabi Muhammad sudah diimplementasikan dalam kehidupan di era globalisasi saat ini.
“Keberadaan manusia di muka bumi itu tidak terlepas dari takdir yang Allah berikan. Kalau ada sesorang individu yang lahir sebagai suku Jawa, Padang atau suku lainya. Itu merupakan takdir yang tidak bisa ditolak. Karena itu, dengan landasan yang berbeda-beda, founding father merumuskan landasan negara dengan 5 sila, yang salah satunya mengedepankan kebhinekaan,” bebernya.
