IPOL.ID – Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus melakukan kolaborasi dengan lembaga standardisasi internasional. Kerja sama dengan China, dan lembaga-lembaga standardisasi dari Eropa menjadi salah satu langkah strategis memperkuat daya saing nasional.
“Perlu juga mengadopsi standar internasional, agar produk ekspor kita bisa berdaya saing. Dengan China sudah, multilateral agreement dengan negara-negara Eropa sudah. Biar lebih fair untuk pelaku usaha karena pakai standar internasional, ” kata Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono. Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers bertajuk “Refleksi Tahun 2025 dan Outlook Tahun 2026” di Kantor BSN, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dikatakan, BSN aktif memperjuangkan kepentingan nasional melalui partisipasi pada forum Technical Barriers to Trade–World Trade Organization (TBT-WTO). Upaya tersebut bertujuan meminimalkan hambatan teknis perdagangan, khususnya dalam meningkatkan keberterimaan
produk Indonesia di negara tujuan ekspor, termasuk untuk produk viscose staple fibres, produk kayu olahan, ban dan tabung kendaraan bermotor, serta baja dan produk turunannya.
