IPOL.ID – Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis (PRKPK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Harimat Hendarwan mengugkap kompleksitas tantangan kesehatan masa depan di era industri dan masyarakat 5.0.
Ia pun menyoroti pentingnya penguasaan big data, kecerdasan artifisial, kedokteran presisi, teknologi genomik, dan kedokteran regeneratif untuk menjawab tantangan tersebut.
Menurutnya, kapasitas riset akan menentukan posisi Indonesia dalam ekosistem inovasi global. Oleh karena itu, diperlukan peran strategis riset dalam menjawab dinamika tersebut. “Riset akan sangat menentukan peran kita, apakah akan menjadi inisiator dan pionir ataukah akan hanya menjadi pengguna dan tidak memiliki nilai tambah di dalam menghadapi kemajuan zaman,” kata saat menerima kunjungan 25 mahasiswa kedokteran dan tiga pendamping dari Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional Indonesia (BAPIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, melansir Rabu (18/2/2026).
Pada kesempatan itu, Harimat menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa terhadap riset dan inovasi di bidang kesehatan. “Saya berharap semakin banyak tenaga medis yang menekuni dunia riset dan inovasi di bidang kesehatan dan kedokteran karena tantangan kesehatan di masa depan akan semakin kompleks, namun juga semakin menjanjikan dan semakin menarik,” ujarnya.

