IPOL.ID- Banyak orang memilih menambah porsi nasi atau makanan manis saat sahur dengan harapan bisa kenyang lebih lama. Namun, dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengingatkan, strategi tersebut justru bisa menjadi bumerang karena memicu lonjakan gula darah yang membuat tubuh lebih cepat lapar saat berpuasa.
Ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu meluruskan anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat, bahwa memperbanyak nasi atau makanan manis saat sahur dapat membuat tubuh lebih kuat menjalani puasa. Menurutnya, pola tersebut justru bisa memicu rasa lapar lebih cepat.
“Yang pasti jadi gampang lapar karena cepat dicerna jadi gula darah. Tergantung juga dengan jenis karbonya,” ujar Tan.
Tan menjelaskan, karbohidrat sederhana seperti gula pasir, sirup, minuman manis, atau nasi putih dalam porsi besar akan cepat dipecah menjadi glukosa. Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah meningkat pesat.
Tubuh kemudian memproduksi hormon insulin untuk menurunkan kadar gula darah tersebut. Penurunan yang terjadi dalam waktu singkat inilah yang memicu rasa lapar kembali, meski waktu puasa masih panjang.

