IPOL.ID- Bakwan, risol, tahu isi, hingga tempe goreng kerap menjadi pilihan utama saat azan Magrib berkumandang. Disajikan hangat dengan sambal kacang atau cabai rawit, gorengan memang menggoda selera. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan asam lambung.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, MGizi, menjelaskan bahwa berbuka puasa sebaiknya tidak diawali dengan makanan tinggi lemak seperti gorengan.
Penjelasan tersebut disampaikannya dalam program IPB Pedia yang tayang di kanal YouTube IPB TV.
Menurut Karina, setelah berpuasa sekitar 12 jam atau lebih, kondisi lambung dalam keadaan kosong. Jika langsung diisi makanan berlemak, sistem pencernaan dipaksa bekerja lebih keras. Dampaknya bisa berupa rasa tidak nyaman di perut, mual, hingga mulas.
“Ketika perut kosong lalu langsung menerima asupan tinggi lemak, risiko gangguan pencernaan bisa meningkat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahaya bagi penderita asam lambung. Saat perut kosong, produksi asam lambung cenderung meningkat. Mengonsumsi gorengan dalam kondisi tersebut dapat memicu rasa perih dan memperparah gejala.

