IPOL.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan insiden adu banteng dua bus Transjakarta di jalur layang Koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir pada Senin (23/2) pagi, disebabkan oleh faktor kelalaian manusia atau human error.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, pengemudi bus operator BMP dengan nomor bodi 220263 diduga kuat mengantuk saat sedang mengemudikan armada rute Tegal Mampang menuju JORR. Akibatnya, bus kehilangan kendali dan keluar dari lajurnya.
“Jadi human error, sehingga kemudian busnya menyebrang atau melintasi, melawan arah,” kata Pramono, dikutip Selasa (24/2).
Pramono menuturkan, meski sistem manajemen operasional Transjakarta sudah tertata, namun faktor kelelahan fisik atau human error bisa menjadi penyebab utama. Ia menduga faktor kurangnya waktu istirahat mempengaruhi konsentrasi pengemudi tersebut.
Insiden ini mengakibatkan 23 orang mengalami luka-luka dan syok berat. Menanggapi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menjamin seluruh biaya medis korban akan ditanggung sepenuhnya oleh manajemen Transjakarta.

