IPOL.ID – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan periode Lebaran 2026 masih berada dalam fase musim hujan dengan potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah padat pemudik.
Dalam rilis resmi tertanggal 25 Februari 2026, BMKG menegaskan komitmennya mendukung kelancaran dan keselamatan Angkutan Lebaran 2026 melalui penyediaan informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini yang akurat serta terintegrasi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa sepanjang Februari 2026, curah hujan diprakirakan berada pada kategori rendah hingga tinggi. Peluang hujan sangat tinggi terdeteksi di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Memasuki Maret 2026, kondisi tersebut masih berlanjut. Potensi hujan sangat tinggi diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, serta Papua Tengah.
“Kami sampaikan bahwa nantinya di beberapa daerah saat memasuki Idulfitri, kita masih menghadapi cuaca ekstrem, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang merupakan rute dengan mobilitas pemudik paling banyak. Namun, di akhir periode Lebaran atau sepuluh hari terakhir Maret, curah hujan mulai melandai,” ujar Faisal, Jumat (27/2/2026).

