IPOL.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memanas. Perhatian dunia kini tertuju pada kekuatan rudal Iran. Negara ini diketahui disebut memiliki salah satu rudal terbesar di kawasan, dengan berbagai jenis rudal balistik dan jelajah yang mampu menjangkau target hingga 2.000 kilometer lebih.
Dengan daya jangkau tersebut, sejumlah rudal Iran diklaim dapat mencapai Israel, pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, bahkan sebagian wilayah Eropa Timur. Hal ini diungkap dalam berbagai laporan lembaga riset keamanan internasional seperti Center for Strategic and International Studies (CSIS) melalui proyek Missile Threat.
Selain jarak tempuh yang jauh, Iran juga terus meningkatkan teknologi sistem pemandu, bahan bakar padat, serta kemampuan manuver hulu ledak agar lebih sulit dicegat sistem pertahanan udara modern. Beberapa rudal generasi baru bahkan dirancang dengan teknologi terminal guidance dan kemampuan terbang rendah (low-altitude) sehingga dapat menghindari radar musuh. Media internasional seperti Reuters dan Euronews menyebut modernisasi tersebut menjadi bagian dari strategi Iran untuk membangun efek gentar (deterrence) terhadap lawan-lawannya
