IPOL.ID-Musibah longsor sampah yang terjadi di TPST Bantargebang, Bekasi Jawa Barat beberapa waktu lalu hingga menimbulkan korban jiwa menjadi perhatian politisi di Kebon Sirih.
Guna mencegah kejadian terulang, DPRD DKI pun membentuk pansus sampah.
Apalagi, kuota pembuangan sampah yang berkurang akibat insiden longsornya gunungan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, tersebut.
“Kami akan memberikan rekomendasi yang konstruktif dalam pengelolaan sampah kepada Pak Pram,” ujar Ketua Pansus Sampah, Judistira kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Dikatakan Ketua Fraksi Golkar di DPRD DKI itu, Pansus akan menyoroti tingginya volume sampah Jakarta yang telah mencapai lebih dari 7.000 ton per hari. Serta kondisi TPST Bantargebang milik Jakarta di Kota Bekasi yang kian penuh.
Menurut dia, ketergantungan pada TPST Bantargebang sebagai lokasi pembuangan akhir tidak dapat terus dipertahankan. Harus ada inovasi pengolahan sampah di dalam kota.
“Dengan volume sampah sebesar itu, tekanan terhadap Bantargebang semakin besar, sehingga diperlukan langkah serius, mulai dari pengurangan di sumber, peningkatan daur ulang, hingga pembangunan fasilitas pengolahan modern,” ujarnya.
