IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Simulasi Gabungan Kedaruratan Nuklir di Kawasan Sains, Teknologi, dan Edukasi (KSTE) Achmad Baiquni Babarsari Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Simulasi tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel, pengamanan fasilitas riset, serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
Simulasi melibatkan unsur keamanan kawasan, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, hingga tim penanganan bahan nuklir BRIN. Didukung Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman, RSUP Dr. Sardjito, Polres Sleman, Kodim Sleman, Basarnas DIY, dan Lanal Yogyakarta.
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian mengatakan, latihan kedaruratan terpadu menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan dan keamanan di kawasan riset BRIN.
“Latihan seperti ini harus dilakukan sesering mungkin untuk meningkatkan kemahiran personel. Memeriksa kesiapan peralatan, dan memastikan prosedur operasi berjalan dengan baik,” ujar Amarulla.
Ia menegaskan, dalam situasi kedaruratan, penyelamatan manusia harus berjalan beriringan dengan penyelamatan hasil-hasil riset yang memiliki nilai strategis.
“Jika terjadi kebakaran atau bencana lainnya, penyelamatan dokumen, sampel penelitian, laptop, dan hasil-hasil riset juga harus dilakukan. Jangan sampai hasil riset hilang karena tidak ada prosedur penyelamatan yang baik,” jelasnya.
Menurut Amarulla, simulasi juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antarinstansi, mulai dari aparat keamanan, pemadam kebakaran, rumah sakit, hingga pemerintah daerah, agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
“Latihan berkala diperlukan untuk memastikan kesiapan personel, kelayakan peralatan, dan efektivitas prosedur operasi standar. Termasuk dalam menghadapi potensi ancaman terhadap fasilitas riset dan teknologi nuklir,” tegasnya.
Simulasi dirancang dalam empat tahap penanganan kedaruratan yang saling terintegrasi, yakni penanganan demonstrasi, penanganan kebakaran, penanganan pencurian zat radioaktif, dan penanganan korban radiasi. Seluruh tahapan dilakukan untuk menguji kesiapan sumber daya manusia, peralatan, serta prosedur operasi standar di kawasan riset.
Tahap pertama dimulai dengan simulasi demonstrasi mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir di KSTE Achmad Baiquni BRIN Yogyakarta. Situasi memanas ketika proses negosiasi gagal dilakukan sehingga Tim Penindakan Huru-Hara (PHH) diterjunkan untuk mengendalikan massa. Kondisi yang semakin tidak terkendali membuat tim PHH cadangan dikerahkan guna memperkuat pengamanan kawasan.
Pada tahap kedua, simulasi berkembang menjadi penanganan kebakaran. Dalam skenario tersebut, penyusup memanfaatkan situasi kericuhan untuk memicu kebakaran di Gedung Manajemen Kawasan. Alarm kebakaran dibunyikan dan seluruh civitas kawasan segera melakukan evakuasi mandiri menuju titik aman. Tim pemadam internal kawasan bergerak menggunakan APAR dan hidran, namun karena api terus membesar, bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.
Tahap ketiga adalah simulasi penanganan pencurian zat radioaktif. Dalam kondisi kawasan yang kacau akibat kebakaran, pelaku pencurian memanfaatkan situasi untuk mengambil bahan nuklir di area terdampak. Petugas keamanan kawasan segera melakukan pengejaran hingga terjadi perkelahian antara pelaku dan petugas keamanan. Koordinasi dengan pihak kepolisian dilakukan untuk mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada Polres guna proses hukum lebih lanjut.
Tahap terakhir merupakan penanganan korban radiasi dan cedera akibat pecahnya bahan nuklir yang dicuri. Tim Penanggulangan dan Penanganan Kedaruratan Radiologi (P2KR) melakukan investigasi, pemasangan perimeter pengamanan, dekontaminasi awal, serta evakuasi korban yang mengalami kontaminasi ringan dan cedera patah tulang ke rumah sakit rujukan menggunakan ambulans.
Simulasi kedaruratan gabungan tersebut menjadi bagian dari komitmen BRIN dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana dan gangguan keamanan di kawasan riset, sekaligus memperkuat sistem keselamatan dan keamanan nasional berbasis riset dan inovasi. (ahmad)
