IPOL.ID- Beberapa pekan terakhir, Jakarta marak aksi penjambretan dan pembegalan.
Minimnya petugas keamanan yang berpatroli disinyalir menjadi penyebab para pelaku kejahatan bergentayangan di jalan-jalan ibu kota.
Menyikapi itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengakui keterbatasan personel masih menjadi kendala dalam pengawasan tindak kejahatan jalanan seperti begal dan penjambretan di Jakarta.
“Patroli rutin sebenarnya terus dilakukan setiap hari, khususnya di wilayah yang dianggap rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Luasnya wilayah Jakarta membuat pengawasan belum bisa menjangkau seluruh titik secara maksimal,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Satriadi membeberkan aksi penjambretan umumnya berlangsung sangat cepat, sehingga sulit dicegah langsung di lapangan.
Disamping itu, pelaku biasanya langsung melarikan diri usai beraksi dan baru dapat dilacak apabila terekam kamera pengawas atau CCTV.
“Jakarta cukup luas. Sementara kasus penjambretan biasanya berlangsung sangat cepat. Pelaku langsung beraksi lalu kabur, sehingga cukup sulit dideteksi kalau tidak tertangkap kamera atau CCTV. Kalau ada rekaman CCTV biasanya bisa lebih mudah dilacak,” ujarnya.
