IPOL.ID – Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono menyebutkan, gempa kembar (doublet earthquake) yang mengguncang Venezuela belum lama ini telah memberikan dampak katastropik (sangat merusak).
Dalam analisis mengenai karakteristik dan fakta teknis peristiwa tersebut, Daryono melanjutkan, untuk kronologi gempa, pada hari Rabu (25/6/2026) pukul 05:05 WIB, wilayah Venezuela bagian utara dan tengah diguncang doublet earthquake (gempa kembar) terjadi secara beruntun.
Gempa pertama berkekuatan Magnitudo (M)7.2 terjadi pada pukul 18:04 waktu setempat, disusul dengan gempa utama berkekuatan M7.5 yang hanya 39 detik berselang.
Detail tektonik sumber gempa, pusat gempa (episentrum) berada di wilayah San Felipe, negara bagian Yaracuy.
“Fenomena itu dipicu aktivitas pada Sistem Sesar Boconó–Morón–El Pilar, sebuah zona sesar geser mendatar yang kompleks yang menandai batas antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan,” terang anggota IABI, Daryono, Minggu (28/6/2026).
Pascagempa tersebut, dikatakan oleh Daryono bahwa (dampak kerusakan-red) atas guncangan dahsyat dengan skala intensitas mencapai IX MMI (guncangan ekstrem) itu menyebabkan kerusakan yang luas, terutama di negara bagian La Guaira dan ibu kota Caracas.

