Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Trump Klaim AS Tak Butuh Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Trump Klaim AS Tak Butuh Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas
HeadlineInternasional

Trump Klaim AS Tak Butuh Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

Iran mengklaim punya hak untuk mempertahankan kedaulatan dan membalas setiap tindakan yang dianggap sebagai agresi.

Timur
Timur Published 24 Jul 2026, 14:43
Share
2 Min Read
Presiden AS Donald Trump. Foto: Intagram @realdonaldtrump
Presiden AS Donald Trump. Foto: Intagram @realdonaldtrump
SHARE

IPOL.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya tidak lagi bergantung pada Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik militer dengan Iran. Ia bahkan mengklaim AS bersama Venezuela menguasai sekitar 62 persen cadangan minyak dunia, sehingga jalur pelayaran strategis tersebut tidak lagi menjadi kebutuhan utama Washington.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara dalam kampanye di Georgia. “Jika menggabungkan Amerika Serikat dan Venezuela, kami memiliki sekitar 62 persen minyak dunia. Jadi kami tidak membutuhkan Selat Hormuz. Kami melakukannya karena kami tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul ketika militer AS memasuki malam ke-13 berturut-turut melancarkan serangan udara terhadap sasaran militer Iran. Washington menyebut operasi itu bertujuan melindungi kepentingan dan personel AS di kawasan sekaligus menjaga keamanan jalur pelayaran internasional setelah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial di Timur Tengah.

Trump menegaskan pemerintahannya akan terus mengambil langkah militer jika Iran maupun kelompok yang didukung Teheran tetap menyerang kepentingan AS dan sekutunya. Ia juga menyebut negara-negara yang bergantung pada minyak dari Selat Hormuz seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut.

Baca Juga

Presiden AS Donald Trump. Foto: Intagram @realdonaldtrump
Trump Kenakan Tarif Impor Baru ke 60 Negara Termasuk Indonesia
Plin-plan Trump soal Selat Hormuz: Ancam Tarif, Batal, Lalu Minta Investasi Jumbo
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Bakal Pungut Biaya 20 Persen dari Semua Kapal

Di sisi lain, Iran mengecam operasi militer Washington. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan serangan AS hanya akan memperluas konflik dan menghambat peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Menurutnya, Iran memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan membalas setiap tindakan yang dianggap sebagai agresi terhadap wilayahnya.

Ketegangan kedua negara memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur pengiriman sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut telah mendorong harga minyak global menembus 100 dolar AS per barel dan meningkatkan risiko gangguan rantai pasok energi internasional.

Meski Trump menegaskan AS tidak membutuhkan Selat Hormuz karena memiliki pasokan energi domestik yang besar serta mengklaim cadangan minyak bersama Venezuela mencapai 62 persen, sejumlah analis menilai jalur tersebut tetap memiliki arti strategis bagi perekonomian global. Penutupan atau terganggunya pelayaran di Hormuz diperkirakan tetap berdampak terhadap harga energi, inflasi, dan stabilitas ekonomi dunia, termasuk bagi sekutu-sekutu utama Amerika Serikat. (tim)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: donald trump, konflik timur tengah, perang AS vs Iran, Perang Iran Vs AS-Israel
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article IMG 20260724 WA0067 Usut Dugaan TPPU Eks Jampidsus, Tim Penyidik Kejagung Libatkan KPK
Next Article Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Federasi Sepak bola Korea Selatan (KFA) Hukum Shin Tae Yong Dilarang Melatih Selama 10 Tahun

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260724 WA0185
Headline

Janj Pramono Naikan 100 Persen Operasional RT dan RW Kerap Ditagih Saat Reses, Lazarus Minta Pemprov DKI Sosialisasikan Secara Masif

Ekonomi
Kecamatan Penjaringan dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan untuk Pekerja Konstruksi
24 Jul 2026, 09:16
HeadlineOlahraga
SEA V Cup 2026 Leg 2: Indonesia Siap Tampil Melawan Filipina
24 Jul 2026, 12:57
HeadlineNasional
Hari Ini Pemerintah Canangkan Gerakan Nasional Pelayanan Publik
24 Jul 2026, 13:19
Headline
Mati Lampu Berujung Duka, 3 Bocah Bersaudara Tewas dalam Kebakaran di Sukabumi
24 Jul 2026, 11:39
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?