IPOL.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya tidak lagi bergantung pada Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik militer dengan Iran. Ia bahkan mengklaim AS bersama Venezuela menguasai sekitar 62 persen cadangan minyak dunia, sehingga jalur pelayaran strategis tersebut tidak lagi menjadi kebutuhan utama Washington.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara dalam kampanye di Georgia. “Jika menggabungkan Amerika Serikat dan Venezuela, kami memiliki sekitar 62 persen minyak dunia. Jadi kami tidak membutuhkan Selat Hormuz. Kami melakukannya karena kami tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata Trump.
Pernyataan tersebut muncul ketika militer AS memasuki malam ke-13 berturut-turut melancarkan serangan udara terhadap sasaran militer Iran. Washington menyebut operasi itu bertujuan melindungi kepentingan dan personel AS di kawasan sekaligus menjaga keamanan jalur pelayaran internasional setelah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial di Timur Tengah.
Trump menegaskan pemerintahannya akan terus mengambil langkah militer jika Iran maupun kelompok yang didukung Teheran tetap menyerang kepentingan AS dan sekutunya. Ia juga menyebut negara-negara yang bergantung pada minyak dari Selat Hormuz seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut.
Di sisi lain, Iran mengecam operasi militer Washington. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan serangan AS hanya akan memperluas konflik dan menghambat peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Menurutnya, Iran memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan membalas setiap tindakan yang dianggap sebagai agresi terhadap wilayahnya.
Ketegangan kedua negara memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur pengiriman sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut telah mendorong harga minyak global menembus 100 dolar AS per barel dan meningkatkan risiko gangguan rantai pasok energi internasional.
Meski Trump menegaskan AS tidak membutuhkan Selat Hormuz karena memiliki pasokan energi domestik yang besar serta mengklaim cadangan minyak bersama Venezuela mencapai 62 persen, sejumlah analis menilai jalur tersebut tetap memiliki arti strategis bagi perekonomian global. Penutupan atau terganggunya pelayaran di Hormuz diperkirakan tetap berdampak terhadap harga energi, inflasi, dan stabilitas ekonomi dunia, termasuk bagi sekutu-sekutu utama Amerika Serikat. (tim)
