IPOL.ID — Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin menegaskan sektor kebudayaan harus menjadi perhatian serius mengingat Kabupaten Siak memiliki tanggung jawab besar sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Indonesia. Menurutnya, pelestarian warisan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tetap hidup, relevan, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Hal tersebut disampaikan Lita usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (22/7/2026).
Ia mengatakan penetapan Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah sebagai museum pada 2025 merupakan kebanggaan sekaligus amanah untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Melayu.
“Siak punya warisan sejarah yang luar biasa. Penetapan Istana Siak sebagai museum adalah hal yang membanggakan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni,” ujarnya.
Politisi Fraksi Partai NasDem itu menilai pelestarian budaya harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, seperti digitalisasi koleksi dan arsip sejarah, penguatan pendidikan budaya sejak dini, perawatan situs-situs bersejarah, serta pelibatan generasi muda dalam menjaga identitas budaya Melayu.
