IPOL.ID – Ekosistem e-commerce Indonesia terus menjadi salah satu yang terbesar dan paling dinamis di Asia Tenggara, didorong oleh adopsi ponsel pintar yang luas, inovasi pembayaran digital, dan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap belanja online.
Menurut perkiraan industri, nilai barang dagangan bruto (GMV) e-commerce Indonesia mencapai sekitar USD57,7 miliar pada tahun 2025, mewakili sekitar 37% dari total pasar e-commerce Asia Tenggara, sementara ekonomi digital negara ini secara lebih luas terus berkembang pesat.
Pada saat yang sama, kecerdasan buatan (AI) dengan cepat mengubah lanskap perdagangan digital Indonesia. Platform e-commerce semakin memanfaatkan AI untuk mempersonalisasi pengalaman berbelanja, meningkatkan layanan pelanggan melalui chatbot cerdas, mengoptimalkan logistik, dan memperkuat deteksi penipuan. Namun, penjahat siber juga memanfaatkan AI untuk membuat kampanye phishing yang lebih meyakinkan, mengotomatiskan serangan rekayasa sosial, dan mempercepat pengembangan malware yang canggih.
