Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kurangi Sampah Organik, Maggot di Kawasan Pesanggrahan di Budidaya
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Jakarta Raya > Kurangi Sampah Organik, Maggot di Kawasan Pesanggrahan di Budidaya
Jakarta RayaNews

Kurangi Sampah Organik, Maggot di Kawasan Pesanggrahan di Budidaya

Redaksi
Redaksi Published 23 Feb 2021, 11:13
Share
2 Min Read
IMG 20210223 111219
Selain mengurangi sampah organik, maggot bermanfaat bagi perekonomian warga setempat. Foto: car/indoposonline
SHARE

indoposonline.id –  Petugas Kelurahan Pesanggrahan terus menggenjot budidaya maggot di kawasan Perumahan Bumi Bintaro Permai, Komplek Lingkungan Hidup, RT09/02, dan Jalan M. Saidi Raya, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan untuk mengurai sampah organik di kawasan tersebut.

Maggot dikenal sebagai Larva Black Soldier Fly (BSF) fungsinya untuk penguraian sampah organik yang biasanya banyak diproduksi oleh sampah rumah tangga. Selain itu juga dapat dijual sebagai pakan unggas maupun ternak ikan lele.

“Sampai saat ini budidaya maggot di Pesanggrahan masih dilakukan Bang,” kata Pengawas Budidaya Maggot di Jalan Bintaro Puspita Raya, Kelurahan Pesanggrahan, Selasa (23/2).

Hasan mengatakan, maggot dapat mengurangi sampah organik kisaran 0,5 ton per hari. Dan sejak bulan Juni 2020 budidaya maggot dilakukan sampai sekarang. Bahkan sangat terasa membantu perekonomian warga setempat.

Baca Juga

Ilustrasi - Dilarang melintasi garis police line yang terpasang di tempat kejadian perkara (TKP). Foto: Dok/ipol.id
Polisi Ungkap Kronologi Selegram Brunei Habisi Rekannya di Blok M
Penyebab Blackout Sumatera Masih Misterius, Mahasiswa Minta Petinggi PLN Tanggung Jawab
Polisi Pastikan Teror Pocong Berkeliaran Hoax

“Sebetulnya membantu perekonomian warga, karena magot itu kan bisa untuk pakan unggas, lele, dan lain-lain,” ungkap Hasan.

12Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article images 2 Juventus Merangkak ke Papan Atas
Next Article IMG 20210223 111649 Polisi Menetapkan Suami Penyanyi Nindy Ayunda, APH Sebagai Tersangka

TERPOPULER

TERPOPULER
meninggal, tewas, mayat
Nusantara

Kepsek Meninggal Saat Check-in Hotel di Trenggalek Bersama Guru Perempuan

Nusantara
Viral Pengakuan Kepala SPPG Sibolga soal Judol dan Dugaan Pelanggaran Dapur MBG
26 May 2026, 20:45
Politik
Warga Kwini Jakpus Adukan Nasib Kepemilikan Tanah ke Fraksi PDIP DPRD DKI
26 May 2026, 23:33
Ekonomi
Perluas Ekosistem Pembayaran QRIS Cross Border BI, Merchant BRI Sudah Terhubung dengan Alipay dan UnionPay
26 May 2026, 20:01
Kriminal
Heboh Terapis Spa Diduga Gondol Uang Rekan Kerja hingga Rp1,2 Miliar
26 May 2026, 23:11
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?