Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Utang Anies Selesai Karena Menang, Fahri Hamzah: Bentuk Perencanaan Korupsi
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Utang Anies Selesai Karena Menang, Fahri Hamzah: Bentuk Perencanaan Korupsi
Politik

Utang Anies Selesai Karena Menang, Fahri Hamzah: Bentuk Perencanaan Korupsi

Farih
Farih Published 12 Feb 2023, 14:44
Share
3 Min Read
2af794b9 6caa 45ff 97f1 f0ed31662c36
Anies Baswedan. Foto: FB Anies Baswedan
SHARE

IPOL.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah turut merespon perjanjian utang Anies Baswedan untuk pembiayaan dukungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017 lalu. Menurutnya, pinjam meminjam utang itu merupakan bentuk perencanaan korupsi

“Pinjam meminjam uang di belakang layar dengan janji lunas setelah berkuasa adalah bentuk perencanaan korupsi yang sangat kasat mata,” ujar Fahri Hamzah dalam akun twitter pribadinya, Minggu (12/2/2023).

“Praktek ini harus kita hentikan kalau kita ingin Indonesia bebas dari korupsi,” tegasnya.

Isu utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno menjadi perbincangan hangat dalam perpolitikan nasional. Namun, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluruskan percakapan utang piutang itu dalam akun youtube Merry Riana.

Anies mengatakan, uang tersebut memang betul adanya. Namun, besarnya gelontoran dana tersebut adalah bagian dari dana dukungan kampanye yang terkumpul dari berbagai pihak ketiga. 

“Jadi begini, pada masa kampanye itu banyak sekali yang melakukan sumbangan, banyak sekali. Ada yang kami tahu ada yang kami tidak tahu dan ada yang memberikan dukungan langsung kepada relawan pengantin dan lain-lain,” ujar Anies saat menjadi tamu di Podcast Merry Riana, Sabtu (11/2/2023). 

Kendati demikian, kata Anies, para pemberi dukungan itu meminta agar dana yang ada dicatat sebagai hutang. Sehingga, Ia bisa melunasi hutang tersebut melalui perubahan bagi warga Jakarta saat menjadi Gubernur DKI. 

“Pemberi dukungan ini meminta dicatat sebagai hutang, jadi dukungan yang minta dicatat sebagai hutang lalu sampaikan bila ini kan dukungan untuk sebuah kampanye untuk perubahan untuk kebaikan,” tuturnya. 

“Bila ini berhasil, maka itu dicatat sebagai dukungan, bila kita tidak berhasil dalam Pilkada maka itu menjadi hutangnya (berbentuk uang) harus dikembalikan,” sambungnya. 

Sedangkan penjamin dukungan itu, kata Anies, Ialah Sandiaga Uno. Sehingga, Ia dan Sandiaga Uno terlibat mengembalikan uang tersebut bilamana tidak lolos dalam Pilkada

Yang menjamin Pak Sandi, jadi uangnya bukan dari Pak Sandi, itu ada pihak ketiga yang mendukung, kemudian saya menyatakan, saya ada suratnya, surat pernyataan hutang saya yang tanda tangan dan di dalam surat itu,” jelasnya.

“Disampaikan apabila Pilkada kalah maka saya berjanji Saya dan Pak sandiaga Uno berjanji mengembalikan dan Saya dan Pak Sandi. Apabila Kami menang Pilkada maka ini dinyatakan sebagai bukan hutang dan tidak perlu (dikembalikan dengan uang) jadi, selesailah,” pungkasnya. 

Diketahui, Kabar Anies Baswedan berutang kepada Sandiaga Uno mencuat ke publik. Utang tersebut merupakan untuk biaya kampanye saat Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dari surat pernyataan pengakuan utang, Anies Baswedan menyatakan akan membayar utang pinjaman tersebut yang totalnya Rp92 miliar dari pinjaman 1, 2, dan 3. 

Pada intinya dalam surat itu, Anies berjanji dan bertanggung jawab mengembalikan dan atau membantu upaya pengembalian dana pinjaman tersebut jika dirinya dan Sandiaga tidak terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI 2017.

Namun, pada poin selanjutnya disebutkan bahwa jika Anies dan Sandiaga terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, maka Sandiaga berjanji untuk menghapuskan dana pinjaman 1, 2, dan 3 tersebut. (Peri)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Anies Baswedan, fahri hamzah, utang
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Screenshot 8 Pemerintah Moldova Mundur
Next Article Screenshot 9 1 Bendung Katulampa Siaga 3, Warga DKI Sepanjang Bantaran Sungai Diminta Waspada Banjir

TERPOPULER

TERPOPULER
Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Syarpani dan jajaran saat mengamankan pengunjung yang menyelundupkan 24 paket sabu, Kamis (16/4/2026). Foto: Ist
Kriminal

Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan 24 Paket Sabu dalam Batang Rokok

Hukum
KPK Korek Dugaan Pemerasan oleh Wali Kota Madiun Lewat Pemeriksaan 2 Pimpinan BUMD
16 Apr 2026, 22:45
Telkom
Bangun Kesadaran Keamanan Digital, 420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom
16 Apr 2026, 14:52
HeadlineOlahraga
Indonesia takluk 0-1 dari Malaysia di Piala AFF U17 2026, Bomber Mandul jadi PR Kurniawan
16 Apr 2026, 23:23
Headline
Erick Tunggu Kepastian FIFA Terkait Isu Play-off Tambahan Piala Dunia 2026
16 Apr 2026, 19:30
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?