Sebelumnya, gelombang protes kudeta telah membuat sekitar 1.000 orang turun ke jalanan utama Kota Yangon. Mulai pekerja pabrik dan mahasiswa. ”Ini merusak percakapan publik dan hak orang untuk membuat suara mereka didengar,” kata juru bicara aksi protes tersebut. (mgo)
