Mengingat keuntungan ganda itu, Wamendag berharap para pengusaha, termasuk yang beroperasi di Bandung memanfaatkan secara optimal Indonesia-Mozambique PTA. Bandung sendiri dipilih sebagai salah satu tempat sosialisasi karena di kota itu ada banyak industri farmasi, tekstil, alas kaki, dan industri kreatif lainnya.
Hadir pula di acara sosialiasi tersebut perwakilan anggota Komisi VI DPR RI, yaitu Herman Khaeron (Fraksi Demokrat) dan Mukhtarudin (Fraksi Golkar). Keduanya mengapresiasi ditandatanganinya Indonesia-Mozambique PTA dan berkomitmen untuk menyelesaikan pembahasan di DPR sehingga PTA dimaksud dapat segera diratifikasi.
Senada dengan Wamendag, anggota Dewan juga melihat pasar Afrika sebagai pasar baru yang sangat potensial dan lewat Mozambik inilah akses pasar ke Afrika dapat terbuka lebar.
Dalam kesempatan yang sama Sesditjen Perjanjian Perdagangan Internasional Moga Simatupang memaparkan berbagai detail keuntungan dan peluang yang bisa dimanfaatkan dari Indonesia-Mozambique PTA. Menggarap pasar tradisional seperti di Afrika ini menurut Moga sangat penting mengingat share ekspor Indonesia ke Afrika baru 2,1% dari keseluruhan ekspor Indonesia.
