Di tempat yang sama, Mayjen Dudung menambahkan patroli rutin juga akan dilakukan. Selain personel, lanjut Dudung, peralatan yang menunjang untuk pengamanan antiteror juga telah disiapkan dengan baik.
“Ya intinya bahwa TNI-Polri siap untuk mengantisipasi (kejadian pengeboman Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri) setiap adanya perkembangan-perkembangan seperti itu. Dan saya imbau kepada masyarakat agar tenang, bahwa apa yang dilakukan itu tidak mewakili agama tertentu. Semua agama tidak mengajar untuk teroris. Jadi rasa aman ini betul-betul, berikanlah kepercayaan kepada TNI-Polri untuk melaksanakan tugas-tugas ini dan kita semua juga merasa bertanggungjawab bahwa setiap masyarakat apabila ada hal-hal yang mencurigakan segera laporkan ke aparat keamanan,” ucap Dudung.
Sementara itu juru bicara Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, meminta agar jemaat tidak khawatir saat datang ke gereja untuk melakukan ibadah. Susyana berterima kasih atas bantuan pengamanan yang diberikan TNI-Polri ini.
