Mayoritas penduduk menggunakan mobil pribadi sehingga akan membutuhkan bantuan informasi dari RT, RW serta kader untuk identifikasi pelaku mudik. Hal itu perlu juga antisipasi jalur bus dan travel.
“Meskipun pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan melakukan penyekatan, tapi kami tetap mewaspadai adanya potensi klaster hasil dari bepergian ini,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, juga sebelumnya menegaskan bahwa tidak ada pelarangan orang masuk ke Jakarta.
Namun, bagi yang masuk Jakarta dari luar kota harus siap menjalani skrining yang dilaksanakan bersama jajaran Forkompinda. Pemprov DKI Jakarta melakukan dua langkah screening, yaitu di pintu-pintu masuk menuju Jakarta serta di lingkungan masing-masing warga.(wsa)

