“Ini harus terus disosialisaikan kepada masyarakat agar masyarakat bisa mengakses Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro dengan mudah,” tukasnya.
Sementara itu, Vice President Area Jakarta Utara PT Pegadaian (Persero), Firman Alghazali mengungkapkan, pandemi Covid-19 membuat seluruh UMKM merasakan dampaknya.
“Berbeda dengan krisis moneter pada 1998, di mana UMKM sebagai penopang bahkan sangat andal menghadapi krisis moneter. Tapi, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, UMKM sangat merasakan dampaknya,” ucap Firman.
Untuk itu, pemerintah segera membentuk sinergi integrasi ekosistem ultra mikro ini yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PNM. “Pegadaian pada dasarnya siap dengan program ini. Memang jika dirata-rata pinjaman di Pegadaian antara 4-10 juta, dan nasional hampir sama,” urainya.
Terkait sosialisasi, Firman menyebut pihaknya telah membentuk tim. Mereka akan mensosialiasikan mengenai sinergi usaha mikro ini. “Kalau sistemnya sudah baik, terutama dari sisi IT juga mendukung secara bersama-sama, maka nantinya bisa membayar cicilan di Pegadaian. Intinya kami dari sisi pendananan, sistem dan tim di lapangan sudah siap mendukung program ini,” jelas Firman.
