Gelar juara ini juga menjadi gelar juara perdana bagi Milos Pejic, pelatih Satria Muda Pertamina asal Serbia. Selain gelar juara, point guard Satria Muda Pertamina, Hardianus, juga membawa gelar individual MVP Final, buah dari permainan konsisten, dan impresif selama rangkaian pertandingan final.
Selepas final, para pemain akan diliburkan sejenak sebelum memulai persiapan musim 2022. Beberapa pemain akan langsung bergabung dengan Tim Nasional Indonesia untuk pemusatan Latihan menjelang kualifikasi Piala Asia 2021.
Seperti diketahui, Satria Muda berdiri pada tanggal 28 Oktober 1993. Tim yang berada di bawah naungan PT Indonesia Sport Venture ini mengusung slogan Juara Indonesia–Indonesia Juara. Sejak awal dibentuk, tim ini berkomitmen untuk mencetak pemain-pemain basket berkarakter dan berprestasi. Hal ini terlihat dari kontribusi tim dalam menyumbangkan pemain-pemainnya untuk memperkuat tim nasional.
Tim ini juga telah membawa nama Indonesia juara di kancah Internasional dengan menjuarai SEABA Champions Cup pada tahun 2008. Selain itu, tim Satria Muda Pertamina juga turut serta dalam perkembangan bola basket nasional melalui komitmen dalam pembinaan basket sejak usia dini hingga tingkat profesional. Komitmen ini ditunjukkan dengan mendirikan sekolah basket, Indonesia Basketball Academy untuk usia 7-18 tahun.

