“Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas kepemilikan senjata air softgun,” tutur Wahyu.
Kata Wahyu, penyidik akan memperdalam kasus itu terutama terkait kepemilikan senjata air softgun. Saat ini, kata Wahyu, tersangka menjalani pemeriksaan intensif guna mengetahui asal senjata. “Tersangka terancam hukuman di atas 5 tahun penjara,” tandasnya. (Mul)
