Kini, Public Health England (PHE) menyebut lebih dari 90% kasus baru COVID di Inggris melibatkan varian Delta. Memang data terbaru menunjukkan angka itu bisa setinggi 96% dari kasus baru di sana.
The Sun mengutarakan, laporan PHE lebih lanjut mengungkapkan, kasus virus berlipat ganda antara setiap 4,5 dan 11,5 hari, tergantung pada wilayah dan memiliki sekitar 60% peningkatan risiko penularan rumah tangga dibandingkan varian Alpha. Kasus yang dikonfirmasi di Inggris hingga saat ini telah meningkat 29.892 menjadi 42.323.
Lonjakan tajam dalam kasus, sebagian, disebabkan oleh penggunaan teknik baru untuk menentukan varian yang ada dalam sampel positif COVID. Sebelumnya, sampel positif dikirim ke laboratorium untuk pengurutan seluruh genom – sebuah proses yang membutuhkan waktu lima hingga 10 hari untuk mengembalikan hasilnya.
Namun, data baru mencakup hasil dari pendekatan yang lebih cepat yang dikenal sebagai genotipe daripada melihat seluruh genom virus untuk mengetahui varian mana yang terlibat. Peneliti hanya melihat bagian kunci dari genom yang diperiksa. Ini memberikan hasil dalam waktu 48 jam, dengan laporan yang mengungkapkan bahwa itu sangat akurat dalam hal mengambil varian Delta.

