Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Presiden Haiti Jovenel Moise Dibunuh secara Keji oleh Pasukan Komando Asing
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Presiden Haiti Jovenel Moise Dibunuh secara Keji oleh Pasukan Komando Asing
HeadlineIndex beritaInternasional

Presiden Haiti Jovenel Moise Dibunuh secara Keji oleh Pasukan Komando Asing

Iqbal
Iqbal Published 07 Jul 2021, 20:39
Share
3 Min Read
presiden haiti ok 1
Presiden Haiti, Jovenel Moise, dibunuh di kediamannya oleh sekelompok pria bersenjata yang diduga pasukan komando di bawah perintah DEA, AS. Foto: Andres Martinez Casares/Reuters
SHARE

indoposonline.id – Presiden Haiti, Jovenel Moise, dibunuh secara keji di kediamannya oleh sekelompok pria bersenjata yang diduga pasukan DEA, AS. Istri Jovenel Moise juga ditemukan kritis.
Perdana Menteri Haiti sementara, Claude Joseph, berbicara di stasiun radio lokal mengonfirmasi tewasnya Moise, 53 tahun, oleh kelompok komando bersenjata yang melibatkan orang asing.
Menurut beberapa laporan dan video yang diterbitkan di Miami Herald dan lainnya, para pembunuh Moise mengaku sebagai anggota Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA) saat mereka memasuki kediaman Presiden Haiti yang dijaga.
The Guardian melaporkan, dalam video yang beredar di media sosial, seorang pria dengan aksen Amerika terdengar berkata dalam bahasa Inggris melalui megafon: “Operasi DEA. Semua orang berdiri. Operasi DEA. Semua orang mundur, mundur.”
“Ini adalah tentara bayaran,” kata seorang pejabat tinggi Pemerintah Haiti.
Warga juga melaporkan mendengar suara tembakan dan melihat pria berpakaian hitam berlarian di sekitar lingkungan kediaman Presiden Haiti.
Serangan itu terjadi di rumah Moise di distrik Pelerin 5 di Pétionville, sebuah daerah kaya dengan vila-vila besar dan rimbun di perbukitan di atas Ibu Kota Port-au-Prince. Kawasan ini punya reputasi lingkungan yang aman. Ini adalah area yang menurut kritikus Moise membuatnya enggan untuk pergi.
“Sekitar pukul satu dini hari, pada malam Selasa 6 hingga Rabu 7 Juli 2021, sekelompok orang tak dikenal, termasuk beberapa yang berbahasa Spanyol, menyerang kediaman pribadi presiden dan melukai kepala negara,” ungkap Joseph dalam sebuah pernyataan yang dikutip di media.
Mengutuk tidak manusiawi dan barbar ini, Joseph berusaha meyakinkan rakyat Haiti, dengan mengatakan, situasi keamanan di negara itu tetap tenang. Dia menambahkan, istri Moise, Martine, terluka parah dalam serangan.
Itu terjadi hampir 24 jam setelah Moise menunjuk perdana menteri baru, Ariel Henry, untuk mengambil alih sebagai kepala pemerintahan dan mempersiapkan negara itu untuk pemilihan presiden dalam dua bulan ke depan.
“Saya terkejut dan sedih atas kematian Presiden Moise,” kata Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, setelah mengetahui serangan itu. “Belasungkawa kami bersama keluarganya dan orang-orang Haiti. Ini adalah tindakan yang menjijikkan dan saya menyerukan ketenangan saat ini.”
Pembunuhan itu kemungkinan menjerumuskan negara Karibia yang miskin itu ke dalam kekacauan lebih lanjut setelah beberapa tahun penuh kerusuhan dan kekerasan politik. Kedutaan AS mengatakan akan ditutup pada hari Rabu karena situasi keamanan yang sedang berlangsung. Sementara Gedung Putih mengatakan Presiden, Joe Biden, akan diberitahu tentang serangan itu.
“Kami masih mengumpulkan informasi,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, di MSNBC. “Saat ini kami masih menilai.”
“Ini adalah kejahatan yang mengerikan,” tambah Psaki dalam sebuah wawancara dengan CNN. “Kami siap dan mendukung mereka untuk memberikan bantuan apa pun yang dibutuhkan”.
Ketika rincian pembunuhan muncul, presiden Kolombia, Ivan Duque, juga meminta Organisasi Negara-negara Amerika untuk mengirim misi mendesak untuk “melindungi tatanan demokrasi di Haiti”.

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: dea bunuh presiden haiti, insiden internasional, presiden haiti dibunuh
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Ya Tuhan, Angka Kematian COVID-19 di Indonesia Capai 62.908 Jiwa
Next Article Ipi Maryati Kuding KPK Siap Terima Laporan Masyarakat Terkait Bansos Covid-19

TERPOPULER

TERPOPULER
Mlatiwangi, UMKM tas serat alam asal Kota Semarang yang berdiri sejak 2017 dan kini produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar mancanegara. Foto: Dok BRI
Ekonomi

Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Nasional
Proyek Mega Prison X Reformasi Hukum Pidana Nasional, Komisi XIII Minta Evaluasi
13 Jun 2026, 07:58
Hukum
Periksa Iskandar Sitorus, KPK Dalami Dugaan Obstruction Of Justice Dalam Perkara Korupsi di Ditjen Bea Cukai
13 Jun 2026, 10:40
Hukum
Perkuat Bukti Suap ke Oknum BPK, KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Muara Enim
13 Jun 2026, 11:38
Jakarta Raya
SIM Keliling Tersedia di 5 Lokasi Jakarta, Catat Syarat dan Lokasinya Disini
13 Jun 2026, 09:01
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?