Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Afghan 2.0
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Disway > Afghan 2.0
Disway

Afghan 2.0

Iqbal
Iqbal Published 19 Aug 2021, 09:04
Share
8 Min Read
DISWAY
SHARE

Ya sudahlah. Saya sendiri juga heran: kok dulu memilih Fakultas Tarbiyah. Saya sih bukan memilih waktu itu. Itulah satu-satunya fakultas yang ada di IAIN Sunan Ampel cabang Samarinda.

Waktu itu pandangan saya juga sempit. Hanya mau cari fakultas yang kalau lulus cepat mendapat pekerjaan. Kuliah di Fakultas Tarbiyah, kata kakak saya, bisa segera jadi guru agama. Sama sekali tidak memikirkan bahwa Indonesia memerlukan orang yang ahli Afghanistan!

Saya tidak mengikuti CNN atau BBC. Juga tidak mengikuti Al Jazeera atau Al Arabia –kemampuan bahasa Arab saya tidak mencukupi.

Untuk Afghanistan ini saya mengikuti media-media di Pakistan. Tentu dengan sikap skeptis. Juga lewat media-media Amerika. Dengan sikap yang sama.

Baca Juga

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan: Ketum PWI Persatuan Sebaiknya Tokoh Netral
Jawa Pos Gugat Mantan Wartawan dan Dahlan Iskan, Buntut Kasus Saham Karyawan dan Yayasan Pena Jepe Sejahtera
JK: Taliban Siap Buka Kerja Sama dengan Dunia; Buat Aturan Baru Soal Perempuan

Saya beruntung pernah sering bertemu orang-orang dari suku Pastun. Juga sering bicara dengan orang dari suku Hazaras.

Pastun menguasai 50 persen penduduk. Hazaras hanya 9 persen –sama dengan suku Tajiks yang juga 9 persen. Suku-suku lainnya amat kecil-kecil.

Orang-orang kaya suku Pastun hampir selalu punya pembantu orang Hazaras. Tidak ada orang Pastun yang mau jadi pembantu atau buruh kasar. Orang Pastun adalah orang dengan mental juragan. Dengan harga diri yang sangat tinggi.

Previous Page1234567Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Dahlan Iskan, disway, taliban
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article IMG 20210818 WA0065 Platform Ali Esports Maksimalkan Talenta Muda Esports Indonesia
Next Article pesawat kepresidenan Sempat Jadi Polemik, Pesawat Kepresidenan Merah Putih Tampil Perkasa

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260514 WA0113
HeadlineHukum

Kasus Tambang PT AKT, Kejagung Tahan Bos PT CBU

Gaya hidupHeadline
Simak Sejumlah Manfaat Cabai yang Jarang Diketahui
14 May 2026, 19:28
Politik
NasDem Soroti Layanan Kesehatan Jakarta yang Dinilai Masih Jauh dari Harapan
14 May 2026, 17:28
Headline
AFC Hukum Persib Rp3,5 Miliar dan Sanksi Tanpa Penonton
14 May 2026, 13:21
Headline
Disorot karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf
14 May 2026, 15:33
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?