Meskipun DKI Jakarta ini sudah level 3, Riza menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gegabah. Sebab banyak negara yang menggelar sekolah tatap muka, tapi justru jadi klaster baru.
“Kami akan pelajari ya. Kita tidak boleh gegabah karena kita tau di banyak negara terjadi sekolah dibuka ternyata terjadi klaster baru di sekolah. Kita akan pelajari nanti Dinkes, Dinas Pendidikan dan lain-lain yang terkait akan mempelajari akan diputuskan,” kata Riza.
Sejauh ini, lanjut dia, sudah banyak guru dan murid yang telah divaksin COVID-19 di wilayah DKI Jakarta.
“Alhamdulillah kan guru dan anak-anak sudah hampir selesai semua. Kita sudah vaksinnya sudah 9,3 juta sudah. Sudah luar biasa dari target. Insya Allah selesai di bulan ini mudah-mudahan guru dan anak-anak yang masih belum,” ungkapnya.
Tentu saja, lanjut Riza, ada beberapa indikator pemerintah pusat memutuskan wilayah DKI Jakarta masuk pada level 3 pada perpanjangan PPKM hingga 30 Agustus 2021.
“Ya di antaranya adalah penyebaran COVID-19 yang menurun, angka kematian, angka kesembuhan, positif, PCR dan lain sebagainya. Banyak faktor ya dan memang juga mementingkan daerah sekitarnya,” ungkapnya.
