“Namun upaya penanganan pandemi Covid-19 telah mengakibakan gugurnya pahlawan kesehatan baik dari TNI, Polri dan tenaga kesehatan yang telah meninggalkan duka bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan. Marilah kita mendoakan kepada para pahlawan kesehatan yang telah gugur tersebut kita doakan semoga diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” kata Vivid.
Vivid pun turut menyapa seluruh alumni Akpol 1998 batalyon parama satwika yang hadir secara virtual dari Aceh hingga Papua termasuk alumni yang saat ini bertugas sebagai Atpol Denhaag di Belanda
Ustad Das’ad Latif selaku penceramah menekankan betapa pentingnya rasa syukur kepada Tuhan atas segala apa yang diperoleh oleh bangsa Indonesia selama ini.
“Bapak-bapak semua sebagai seorang polisi harus selalu bersyukur karena bapak sudah memiliki kewenangan dalam menjalankan tugas, kewenangan tersebut tidak dimiliki oleh orang lain termasuk saya sebagai ustad. Bapak bisa pakai baju ustad, tapi ustad Das’ad tidak bisa pakai baju polisi karena pasti saya bisa disebut polisi gadungan,” canda Ustad Das’ad Latif
