Musim lalu di Premier League Chelsea mencetak 25 gol dari 19 laga (ada dalam 10 besar catatan terbaik di liga selama periode itu). Sebagai perbandingan, tiga tim yang mendampingi Chelsea di empat besar punya catatan yang lebih baik.
Manchester City 47 gol, Manchester United 37 gol, dan Liverpool 31 gol. Parahnya lagi Chelsea tidaklah bagus kala dihadapkan pada situasi peluang besar, saat tim diharapkan bisa mencetak gol tapi yang terjadi justru sebaliknya.
Padahal Chelsea punya 49 peluang besar musim lalu, ketiga terbanyak di belakang Liverpool (57) dan Man City (51). Tapi Chelsea hanya dapat mencetak 17 gol darinya (melewatkan 32 peluang berbuah gol). Itu dibawa Liverpool (40 peluang besar mencetak gol).
Konversi peluang besar Chelsea di bawah 34,69 persen dan menempatkan mereka di papan bawah urutan tersebut. Werner jadi yang terparah karena melewatkan sembilan dari 11 kans besar mencetak gol dengan nilai rata-rata konversi sebanyak 18,18 persen.
Ruang itulah yang coba digantikan Lukaku. Penyerang besar asal Belgia musim lalu di Serie A efisien mencetak gol di peluang besar (20 gol dari 39 peluang). Rata-rata konversi golnya 51,18 persen dan hanya Cristiano Ronaldo yang berada di atasnya (23 gol).
