Acara tersebut dianggap penting digelar sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata Aceh.
“Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang mengalami kontraksi, industri makanan dan minuman telah terbukti mampu bertahan menghadapi krisis dan bahkan memperkuat perekonomian negara,” kata Nova.
Berkaca dari situasi tersebut, harapan yang sama kiranya dapat terjadi pada ragam kuliner Aceh, yakni ikut menjadi bagian dari pertumbuhan positif tersebut.
Nova menambahkan, salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Aceh untuk terus menggalakkan promosi kuliner Aceh selama situasi pandemi ini adalah dengan meluncurkan aplikasi bernama “Aceh Food”.
Aplikasi e-commerce yang berbasis jasa pesan antar makanan itu dikembangkan oleh web developer lokal.
Aceh Food apps sendiri akan menjadi lokasi virtual Aceh Culinary Festival tahun ini, untuk memamerkan beragam makanan dan minuman khas Aceh.
“Melalui promosi kuliner via platform digital semacam ini, kami harapkan dapat mengangkat citra kuliner Aceh ke level yang inovatif,” ujar Nova.
