Dalam kacamata ekspor Industri TPT tertekan dari tiga sisi baik dari sisi permintaan, suplai dan distribusi diantaranya akibat kelangkaan kontainer yang mendorong kenaikan harga. Sepanjang tahun 2020 ekspor TPT hanya senilai USD10,55 miliar, turun (-17,7 persen yoy) dari tahun 2019.
Penurunan tersebut terjadi di berbagai produk yaitu segmen benang (-27,3 persen yoy), kain (-15,7 persen yoy) dan pakaian jadi (-15,1 persen yoy). Kontribusi penurunan terbesar berasal dari penurunan pakaian jadi yang memiliki porsi 66 persen dari total ekspor TPT Indonesia.
Tekanan terhadap industri TPT setidaknya masih terjadi hingga paruh pertama tahun 2021. Kinerja TPT sedikit terbantu oleh adanya permintaan APD untuk keperluan penanganan COVID 19. Namun permintaan terhadap APD tersebut tidak cukup besar untuk menutupi turunnya penjualan produk produk TPT secara keseluruhan.
Dari data penjualan ekspor, ekspor per tahun untuk setiap individu eksportir yaitu nilai penjualan ekspor per tahun dapat terlihat bahwa eksportir menunjukkan survival mode yang berbeda dari setiap eksportir. Eksportir kelas besar atau korporasi didukung jejaring yang kuat di pasar ekspor.
