BNPB juga menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako. Mempresentasikan beberapa produk hasil pendampingan masyarakat terdampak bencana. Tujuannya untuk mengundang mitra usaha yang potensial menjalin kemitraan dalam rangka pembinaan, pembiayaan, pemasaran dan peningkatan kapasitas usaha dari kelompok dampingan.
Pada temu bisnis yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perwakilan Direktorat Tata Ruang dan Penanganan Bencana Bappenas/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menyampaikan bahwa sumber daya lokal perlu untuk dioptimalkan dalam pemulihan pascabencana, khususnya pendampingan ekonomi.
Pengoptimalan tersebut menyasar pada modal sosial yang telah ada di masyarakat Sulawesi Tengah. Kemudian, peningkatan kapasitas pada pemberdayaan peran perempuan dan pemulihan pasar.
Di samping itu, pendampingan tersebut juga meliputi pemulihan dan penguatan usaha para petani, nelayan, UMKM dan pelaku usaha lain, pemulihan dan penguatan rantai nilai (value chain) mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, logistik sampai pemasaran yang didukung transformasi digital.
