Sementara, LPPM Universitas Tadulako menyampaikan telah melakukan berbagai pendekatan seperti survei, diskusi kelompok terfokus, dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi kelompok sasaran serta komoditas potensial dari masyarakat terdampak.
Program peningkatan pendampingan ekonomi menjangkau masyarakat terdampak bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.
Masyarakat Kota Palu mendapatkan pendampingan seperti pada pengolahan pisang, sedangkan di Sigi, masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi untuk tanaman cabai, tomat, kankung, air kemasan, ikan air tawar maupun piring lidi.
Masyarakat di Kabupaten Donggala mendapatkan pendampingan dalam peningkatan ekonomi ikan olahan dan kain tenun. Sedangkan di Parigi Moutong, masyarakat mengembangkan produksi dan diversifikasi produk tanaman kelapa, gula merah, abon ikan, piring lidi dan mebel.
Pada temu bisnis di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (6/9) lalu diharapkan ada banyak diversifikasi produk yang dapat bersaing di pasaran. Kreativitas dan produk ciri khas Sulawesi Tengah, khususnya tenun subi dari Desa Limboro, Kabupaten Donggala.
