Adi memprediksi Jokowi tak akan merombak besar-besaran kabinetnya. Menurutnya, reshuffle terjadi hanya dilakukan secara terbatas demi memasukkan PAN ke kabinet.
“Kenapa saya sebut reshuffle terbatas? Ya sepertinya kecenderungan untuk mengakomodasi PAN di dalamnya,” ujarnya.
Adi menduga Nadiem Makarim menjadi salah satu yang memungkinkan terkena reshuffle jika Jokowi melihat persoalan secara objektif. Sebab, kata dia, Nadiem lah yang paling banyak dikritik publik.
“Jadi Mas Menteri yang muda itu selalu dianggap bikin keputusan politik kontroversial, tidak terukur, makanya guru besar banyak yang kritik bahwa Nadiem memang kebijakan-kebijakan politiknya itu sering kali tidak terukur, banyak yang ngawang-ngawang. Makanya kemudian banyak desakan supaya diganti,” katanya.
Sebelumnya pendukung Presiden Jokowi juga menginginkan reshuffle kabinet pemerintahan saat ini. Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer mengatakan reshuffle adalah kebutuhan di periode kedua masa pemerintahan Jokowi. Sebab dia melihat kinerja pemerintahan di periode kedua Jokowi di kurang maksimal.
