“Bahkan kemarin Kementerian Kesehatan juga sudah mengirimkan tes cepat molekuler. Jadi kita tidak perlu menunggu lama, dalam waktu 1 jam dan tidak memisahkan orang yang positif dan negatif,” sambungnya.
Upaya ini, ucap Sonny, biSA mencegah potensi penularan. “Pengalaman kita sebelumnya mereka yang dari baru melewati perbatasan tadi, ketika mereka tes PCR di tempat karantina, mereka berada dalam satu mobil yang sama itu bisa terjadi penularan. Dan kalau PCR-nya baru diketahui hasil besok, pada mereka dalam satu kamar di ruang karantina itu bisa terjadi penularan,” ungkapnya.
Oleh karenanya, pemerinth mencegah terjadinya penularan sedini mungkin begitu orang melewati perbatasan, melewati pos lintas batas dan seterusnya,” imbuh Sonny.
Sonny menambahkan akan ditingkatkan lagi pengawasan terhadap jalur-jalur ilegal. “Jalur perbatasan darat kita kan begitu luas juga laut sehingga ada penguatan pengamanan perbatasan. Itu beberapa hal yang kita lakukan. Dan harapannya bisa mencegah terjadinya gelombang ketiga,” tutupnya.
