Saat ini, katanya, sumur resapan di Jakarta Timur sudah ada sebanyak 2.000 lebih sumur resapan. “Tapi kita akan lakukan terus, saya targetkan 1 bulan 1 lurah 100 sumur, dan camat 100 sumur. Sumur resapannya bukan yang 2 meter ya, tapi yang 20-30 meter, yang sesuai kajian kita kontur tanah yang ada,” tandasnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi banjir dan genangan di Jakarta Timur, Pemkot Jakarta Timur juga akan mengembalikan fungsi Waduk Halim. Adapun Waduk Halim saat ini mengalami penyempitan, karena dibangunnya gubuk-gubuk disekitar Waduk tersebut.
Sehingga ketika hujan deras, aliran kali dari Kali Sulaeman dan air yang mengalir dari Jalan Tol mengakibatkan perumahan warga setempat tergenang. Waduk tidak dapat menampung volume, debit air yang melimpah.
“Kita akan kembalikan kembali fungsi Waduk, supaya ketika hujan deras tidak langsung membanjiri rumah warga,” kata Anwar.
“Kita akan atur debitnya, air kita stop di sana, kemudian kita biarkan dulu, kita atur autletnya, agar debit air tidak masuk ke rumah warga,” tambahnya.
