Kekhawatiran saya berkurang ketika bertemu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Di Surabaya, katanya, yang sudah vaksinasi mencapai 89,24 persen.
Sudah begitu tingginya? Hampir saja saya tidak percaya. Memang itu angka vaksinasi dosis pertama. Tapi sudah jauh dari yang saya perkirakan. Bahkan untuk yang dua kali vaksin pun sudah sangat tinggi: 61,01 persen. “Satu minggu lagi sudah bisa 70 persen,” ujar Eri.
Eri ingin secepatnya Surabaya mencapai 100 persen. Akhir bulan ini. Ia terus berjuang ke pemerintah pusat untuk mendapatkan vaksin yang cukup.
Berarti Surabaya sudah siap memasuki tahap herd immunity. Hanya saja Surabaya itu seperti Jakarta: tidak bisa mencegah penduduk sekitar memasuki Surabaya. Padahal di seluruh Madura, misalnya, vaksinasi masih sangat lambat. Baru mencapai belasan persen.
Angka rata-rata Jatim saja baru 17,22 persen. Atau 31 persen kalau yang diukur vaksinasi suntikan pertama.
Saya belum tahu mengapa angka antar daerah itu begitu berbeda jauh. Seberapa menentukankah faktor kepala daerah. Yang jelas, sosok seperti Eri memang punya keinginan keras mencapai 100 persen itu. “Supaya ekonomi cepat bergerak,” katanya.
